Masyarakat
Ekonomi Asean adalah integrasi kawasan ASEAN dalam bidang perekonomian.
Pembentukan MEA dilandaskan pada empat pilar. Pertama, menjadikan ASEAN sebagai
pasar tunggal dan pusat produksi. Kedua, menjadi kawasan ekonomi yang
kompetitif. Ketiga, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan pilar
terakhir adalah integrasi ke ekonomi global.
Penyatuan
ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing kawasan, mendorong pertumbuhan
ekonomi, menekan angka kemiskinan dan untuk meningkatkan standar hidup
masyarakat ASEAN. Integrasi ini diharapkan akan membangun perekonomian ASEAN
serta mengarahkan ASEAN sebagai tulang punggung perekonomian Asia.
Dengan
dimulainya MEA maka setiap negara anggota ASEAN harus meleburkan batas teritori
dalam sebuah pasar bebas. MEA akan menyatukan pasar setiap negara dalam kawasan
menjadi pasar tunggal. Sebagai pasar tunggal, arus barang dan jasa yang bebas
merupakan sebuah kemestian. Selain itu negara dalam kawasan juga diharuskan
membebaskan arus investasi, modal dan tenaga terampil.
MEA
memang sebuah kesepakatan yang mempunyai tujuan yang luar biasa namun beberapa
pihak juga mengkhawatirkan kesepakatan ini. Arus bebas barang, jasa, investasi,
modal dan tenaga kerja tersebut tak pelak menghadirkan kekhawatiran tersendiri
bagi beberapa pihak. Dalam hal ini pasar potensial domestik dan lapangan
pekerjaan menjadi taruhan. Sekedar bahan renungan, indek daya saing global Indonesia tahun
2013-2014 (rangking yang jauh di bawah Singapura , Malaysia , Brunai Darussalam
dan satu peringkat di bawah Thailand . Di sisi lain coba kita lihat populasi
Indonesia yang hampir mencapai 40% populasi ASEAN. Sebuah pasar yang besar tapi
tak didukung daya saing yang maksimal. Jangan sampai Indonesia mengulang dampak
perdagangan bebas ASEAN China. Berharap peningkatan perekonomian malah
kebanjiran produk China.
Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN.
Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN.
Pahami Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015ASEAN
terdiri dari sepuluh negara yang bergabung. Indonesia tengah bersiap menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Dampak terciptanya MEA adalah pasar bebas
di bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja.
Memang tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN.
ASEAN merupakan kekuatan ekonomi ketiga terbesar setelah Jepang dan Tiongkok, di mana terdiri dari 10 Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Modal asing dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan warga ASEAN.
Memang tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN.
ASEAN merupakan kekuatan ekonomi ketiga terbesar setelah Jepang dan Tiongkok, di mana terdiri dari 10 Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Desember 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Modal asing dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan warga ASEAN.
Pada
KTT selanjutnya yang berlangsung di Bali Oktober 2003, petinggi ASEAN
mendeklarasikan bahwa pembentukan MEA pada tahun 2015.
Ada
beberapa dampak dari konsekuensi MEA, yakni dampak aliran bebas barang bagi
negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi,
dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal. Tidak hanya
dampak, ada beberapa hambatan Indonesia untuk menghadapi MEA.
Pertama,
mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah
pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang
atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia.
Kedua,
ketersediaan dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga memengaruhi
kelancaran arus barang dan jasa.
Ketiga,
sektor industri yang rapuh karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah
jadi.
Keempat,
keterbatasan pasokan energi.
Kelima,
lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok
sudah membanjiri Indonesia.
Menjelang
MEA yang sudah di depan mata, pemerintah Indonesia diharapkan dapat
mempersiapkan langkah strategis dalam sektor tenaga kerja, sektor infrastuktur,
dan sektor industri.
Kesiapan
Indonesia Menghadapi MEA 2015
Indonesia adalah salahsatu Negara terbesar populasinya yang ada di kawasan ASEAN. Masyarakat Indonesia adalah Negara Heterogen dengn berbagai jenis suku, bahasa dan adat istiadat yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia (4,5%) setelah RRT dan India. Ini akan menjadi modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju AEC tahun 2015.
Sebagai salah satu dari tiga pilar utama ASEAN Community 2015, ASEAN EconomicCommunity yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, kita mengharapkan dengan dengan terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara-negara ASEAN ini sangat penting. Misalnya untuk infrastruktur, jika kita berbicara tentang infrastruktur mungkin Indonesia masih sangat dinilai kurang, baik itu berupa jalan raya, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita dapat memperoleh manfaat dari saling tukar pengalaman dengan anggota ASEAN lainnya.
Indonesia adalah salahsatu Negara terbesar populasinya yang ada di kawasan ASEAN. Masyarakat Indonesia adalah Negara Heterogen dengn berbagai jenis suku, bahasa dan adat istiadat yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia (4,5%) setelah RRT dan India. Ini akan menjadi modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju AEC tahun 2015.
Sebagai salah satu dari tiga pilar utama ASEAN Community 2015, ASEAN EconomicCommunity yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, kita mengharapkan dengan dengan terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara-negara ASEAN ini sangat penting. Misalnya untuk infrastruktur, jika kita berbicara tentang infrastruktur mungkin Indonesia masih sangat dinilai kurang, baik itu berupa jalan raya, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita dapat memperoleh manfaat dari saling tukar pengalaman dengan anggota ASEAN lainnya.
Jika
dilihat dari sisi demografi Sumber Daya Manusia-nya, Indonesia dalam menghadapi
ASEAN Economic Community ini sebenarnya merupakan salah satu Negara yang
produktif. Jika dilihat dari faktor usia, sebagian besar penduduk Indonesia
atau sekitar 70% nya merupakan usia produktif. Jika kita lihat pada sisi
ketenaga kerjaan kita memiliki 110 juta tenaga kerja (data BPS, tahun 2007),
namun apakah sekarang ini kita utilize dengan tenaga kerja kita yang berjumlah
sekitar 110 juta itu.
Untuk
itu kita harus mampu meningkatkan kepercayaan diri bahwa sebetulnya apabila
kita memiliki kekuatan untuk bisa bangkit dan terus menjaga kesinambungan
stabilitas ekonomi kita yang sejak awal pemerintahan Presiden Susilo Bamabang
Yudhoyono ini terus meningkat, angka kemiskinan dapat ditekan seminim mungkin,
dan progres dalam bidang ekonomi lainnya pun mengalami kemajuan yang cukup
signifikan. Dengan hal tersebut banyak sekali yang bisa kita wujudkan terutama
dengan merealisasikan ASEAN Economy Community 2015 nanti. Stabilitas ekonomi
Indonesia yang kondusif ini merupakan sebuah opportunity dimana Indonesia akan
menjadi sebuah kekuatan tersendiri, apalagi dengan sumber daya alam yang begitu
besar, maka akan sangat tidak masuk akal apabila kita tidak bisa berbuat sesuatu
dengan hal tersebut.
Melihat
kondisi ekonomi Indonesia yang stabil dan mengalami peningkatan yang signifikan
dalam beberapa tahun belakangan ini, saya menyimpulkan bahwa mengenai kesiapan
Indonesia dalam menyongsong ASEAN Economic Community, bisa dikatakan siap,
dapat dilihat dari keseriusan pemerintah dalam menangani berbagai masalah pada
bidang ekonomi baik itu masalah dalam negeri ataupun luar negeri.
Selain itu, posisi Indonesia sebagai Chair dalam ASEAN pada tahun 2012 ini berdampak sangat baik untuk menyongsong terealisasinya ASEAN Economic Community. Dari dalam negeri sendiri Indonesia telah berusaha untuk mengurangi kesenjangan ekonomi Kesenjangan antara pemerintah pusat dengan daerah lalu mengurangi kesenjangan antara pengusaha besar dengan UKM dan peningkatan dalam beberapa sektor yang mungkin masih harus didorong untuk meningkatkan daya saing.
Selain itu, posisi Indonesia sebagai Chair dalam ASEAN pada tahun 2012 ini berdampak sangat baik untuk menyongsong terealisasinya ASEAN Economic Community. Dari dalam negeri sendiri Indonesia telah berusaha untuk mengurangi kesenjangan ekonomi Kesenjangan antara pemerintah pusat dengan daerah lalu mengurangi kesenjangan antara pengusaha besar dengan UKM dan peningkatan dalam beberapa sektor yang mungkin masih harus didorong untuk meningkatkan daya saing.
Berkaca
pada salah satu statement ASEAN Community bahwa “Masyarakat ASEAN 2015 adalah
Warga ASEAN yang cukup sandang pangan, cukup lapangan pekerjaan, pengangguran
kecil tingkat kemiskinan berkurang melalui upaya penanggulangan kemiskinan yang
kongkrit.” Pemerintah Indonesia sampai dengan pada saat ini terus berusaha
untuk mewujudkan masyarakat Indonesia itu sendiri makmur dan berkecukupan
sebelum memasuki AEC kelak.
ASEAN pada awalnya hanyalah sebuah organisasi regional yang bentuk kerjasamanya loose atau tidak longgar, namun dengan adanya ASEAN Charter maka Negara-negara ASEAN ini membentuk suatu masyarakat ASEAN yang mempunyai tiga pilar utama yaitu, ASEAN Economic Community, ASEAN Security Community, ASEAN Socio-Cultural Community dengan tujuan terciptanya stabilitas, perdamaian dan kemakmuran bersama di kawasan. Pada awalnya ASEAN Community ini akan diwujudkan pada tahun 2020, namun di percepat menjadi tahun 2015 yang mana waktu realisasinya tinggal 3 tahun lagi.
ASEAN pada awalnya hanyalah sebuah organisasi regional yang bentuk kerjasamanya loose atau tidak longgar, namun dengan adanya ASEAN Charter maka Negara-negara ASEAN ini membentuk suatu masyarakat ASEAN yang mempunyai tiga pilar utama yaitu, ASEAN Economic Community, ASEAN Security Community, ASEAN Socio-Cultural Community dengan tujuan terciptanya stabilitas, perdamaian dan kemakmuran bersama di kawasan. Pada awalnya ASEAN Community ini akan diwujudkan pada tahun 2020, namun di percepat menjadi tahun 2015 yang mana waktu realisasinya tinggal 3 tahun lagi.
ASEAN
Economic Community (AEC) sebenarnya merupakan bentuk integrasi ekonomi yang
sangat potensial di kawasan maupun dunia. Barang, jasa, modal dan investasi
akan bergerak bebas di kawasan ini. Integrasi ekonomi regional memang suatu
kecenderungan dan keharusan di era global saat ini. Hal ini menyiratkan aspek
persaingan yang menyodorkan peluang sekaligus tantangan bagi semua negara.
Skema AEC 2015 tentang ketenagakerjaan, misalnya, memberlakukan liberalisasi
tenaga kerja profesional papan atas, seperti dokter, insinyur, akuntan dsb.
Celakanya tenaga kerja kasar yang merupakan “kekuatan” Indonesia tidak termasuk
dalam program liberalisasi ini. Justru tenaga kerja informal yang selama ini merupakan
sumber devisa non-migas yang cukup potensional bagi Indonesia, cenderung
dibatasi pergerakannya di era AEC 2015.
Ada tiga indikator untuk meraba posisi Indonesia
dalam AEC 2015. Pertama, pangsa ekspor Indonesia ke negara-negara utama ASEAN
(Malaysia, Singapura, Thailand, Pilipina) cukup besar yaitu 13.9% (2005) dari
total ekspor. Dua indikator lainnya bisa menjadi penghambat yaitu menurut
penilaian beberapa institusi keuangan internasional - daya saing ekonomi
Indonesia jauh lebih rendah ketimbang Singapura, Malaysia dan Thailand.
Percepatan investasi di Indonesia tertinggal bila dibanding dengan negara ASEAN
lainnya. Namun kekayaan sumber alam Indonesia yang tidak ada duanya di kawasan,
merupakan local-advantage yang tetap menjadi daya tarik kuat, di samping jumlah
penduduknya terbesar yang dapat menyediakan tenaga kerja murah.
Sisa
krisis ekonomi 1998 yang belum juga hilang dari bumi pertiwi, masih berdampak
rendahnya pertumbuhan investasi baru (khususnya arus Foreign Direct Investment)
atau semakin merosotnya kepercayaan dunia usaha, yang pada gilirannya
menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut karena buruknya
infrastruktur ekonomi, instabilitas makro-ekonomi, ketidakpastian hukum dan
kebijakan, ekonomi biaya tinggi dan lain-lain. Pemerintah tidak bisa menunda
lagi untuk segera berbenah diri, jika tidak ingin menjadi sekedar pelengkap di
AEC 2015. Keberhasilan tersebut harus didukung oleh komponen-komponen lain di
dalam negeri. Masyarakat bisnis Indonesia diharapkan mengikuti gerak dan irama
kegiatan diplomasi dan memanfaatkan peluang yang sudah terbentuk ini. Diplomasi
Indonesia tidak mungkin harus menunggu kesiapan di dalam negeri. Peluang yang
sudah terbuka ini, kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal,
karena proses ini juga diikuti gerak negara lain dan hal itu terus bergulir.
Kita harus segera berbenah diri untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia
yang kompetitif dan berkulitas global. Menuju tahun 2015 tidaklah lama, Sudah
siapkah kita akan Tantangan dan peluang bagi kalangan profesional muda
kita/mahasiswa untuk tidak terbengong-bengong menyaksikan lalu-lalang tenaga
asing di wilayah kita?.
Tantangan
Indonesia kedepan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan
keseharian masyarakatnya. Semoga seluruh masyarakat Indonesia kita ini bisa
membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita
bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.
Kurang
Sosialisasi, Indonesia Belum Siap Hadapi MEA
Menyambut
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tinggal beberapa bulan lagi, Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan President University, Anak Agung Banyu Perwita mengatakan,
Indonesia belum siap mengadapinya. Kurangnya sosialisasi sehingga banyak
masyarakat yang tidak memahami apa yang dimaksud dengan MEA.
Hal ini, kata dia, berdasarkan pengalaman bermitra dengan Kementerian Luar Negeri, masyarakat dan juga para mahasiswa tidak semuanya memahami. Ketertinggalan Indonesia tersebut merupakan pekerjaan rumah pemerintah. Ketidaksiapan akan sangat mengkhawatirkan karena masyarakat hanya menjadi penonton.
Hal ini, kata dia, berdasarkan pengalaman bermitra dengan Kementerian Luar Negeri, masyarakat dan juga para mahasiswa tidak semuanya memahami. Ketertinggalan Indonesia tersebut merupakan pekerjaan rumah pemerintah. Ketidaksiapan akan sangat mengkhawatirkan karena masyarakat hanya menjadi penonton.
“Pemerintah
perlu menjalin kerja sama dengan kampus-kampus untuk mempersiapkan tenaga kerja
yang siap menyambut MEA,” kata Banyu pada acara Campus Internasional Seminar di
Kampus President University, Bekasi, Selasa (18/8).
Hadir
juga perwakilan Duta Besar Amerika Serikat Deborah C Lyann yang membawakan
materi Beasiswa dan Bagaimana Belajar di AS.
Dikatakan,
kendala pola pikir juga menyebabkan Indonesia masih belum dapat bersaing di
MEA. Masyarakat masih sering terjebak pada kehidupan lokal dan belum dapat
keluar dari pemikiran lokal.
Di sisi lain, pemahaman pemerintah, khususnya pemerintah daerah, juga diakui masih sangat terbatas sehingga tidak banyak yang bisa diharapkan untuk menjawab berbagai persoalan terkait MEA tersebut.
Dia menjelaskan, seharusnya parpol dapat bekerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha. Ketiganya memiliki fungsi yang sangat besar untuk kemajuan bangsa.
Sementara itu, Perident University terus mendorong peningkatan kerja sama guna meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya semakin banyak mengirimkan mahasiswa dan dosen untuk studi lanjut di berbagai universitas ternama di AS.
Mempersiapkan Langkah Strategis
Di sisi lain, pemahaman pemerintah, khususnya pemerintah daerah, juga diakui masih sangat terbatas sehingga tidak banyak yang bisa diharapkan untuk menjawab berbagai persoalan terkait MEA tersebut.
Dia menjelaskan, seharusnya parpol dapat bekerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha. Ketiganya memiliki fungsi yang sangat besar untuk kemajuan bangsa.
Sementara itu, Perident University terus mendorong peningkatan kerja sama guna meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya semakin banyak mengirimkan mahasiswa dan dosen untuk studi lanjut di berbagai universitas ternama di AS.
Mempersiapkan Langkah Strategis
Pelaksanaan
kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sudah di depan mata. Indonesia
harus mulai mempersiapkan diri jika tidak ingin menjadi sasaran masuknya produk-produk negara anggota ASEAN. Indonesia
harus banyak belajar dari pengalaman
pelaksanaan
free trade agreement (FTA) dengan China, akibatnya China menguasai pasar komoditi Indonesia. Tidak ada pilihan lain selain menghadapi dengan percaya diri bahwa bangsa Indonesia mampu dan menjadi lebih baik perekonomiannya dalam keikutsertaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini. Beberapa langkah strategis yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah ialah dari sektor usaha perlu meningkatkan perlindungan terhadap konsumen, memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, memperbaiki kualitas produk dalam negeri dan memberikan label SNI bagi produk dalam negeri.
Dalam sektor tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi pekerja, meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataannya dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat. Selain itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kita akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dalam. Apabila kita mempunyai daya saing yang kuat, persiapan yang matang, sehingga produk-produk dalam negeri akan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan kita mampu memanfaatkan kehadiran, untuk kepentingan bersama dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Hambatan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
free trade agreement (FTA) dengan China, akibatnya China menguasai pasar komoditi Indonesia. Tidak ada pilihan lain selain menghadapi dengan percaya diri bahwa bangsa Indonesia mampu dan menjadi lebih baik perekonomiannya dalam keikutsertaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini. Beberapa langkah strategis yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah ialah dari sektor usaha perlu meningkatkan perlindungan terhadap konsumen, memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, memperbaiki kualitas produk dalam negeri dan memberikan label SNI bagi produk dalam negeri.
Dalam sektor tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi pekerja, meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataannya dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat. Selain itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kita akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dalam. Apabila kita mempunyai daya saing yang kuat, persiapan yang matang, sehingga produk-produk dalam negeri akan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan kita mampu memanfaatkan kehadiran, untuk kepentingan bersama dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Hambatan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
Hambatan yang dihadapi
oleh pekerja Indonesia untuk bekerja di negara ASEAN adalah mengenai bahasa dan
perbedaan peraturan kerja, maka perlu ditingkatkan kemampuan bahasa dan pemahaman aturan di negara-negara
ASEAN.
Manfaat MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
Manfaat MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
Kementerian
Perdagangan memaparkan peluang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan
dilakukan pada 2015. Pemaparan tersebut dilakukan didepan Asosiasi Bank
Pembangunan Daerah (Asbanda).
"MEA akan mendorong arus Investasi masuk ke dalam negeri yang menciptakan multiplier effect," ujar Direktorat fasilitas Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Junaedi, saat pemaparannya, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Junaedi mengatakan, peluang lain, yakni pasar tunggal memudahkan pembentukan joint venture dengan perusahaan di kawasan ASEAN. Sehingga lebih memudahkan akses bahan baku yang belum dapat dipasok dari dalam negeri.
"Pasar tunggal menciptakan pasar yang mencakup wilayah seluas 4,47 juta km persegi dengan potensi pasar lebih kurang sebesar 601 juta jiwa," tutur Junaedi.
Selain itu, lanjut Junaedi, MEA memberi peluang meningkatkan kecepatan perpindahan manusia dan modal. Apalagi dapat meningkatkan bargaining power yang dimiliki oleh masyarakat dalam menentukan pilihannya di tengah banyaknya produk dan kemudaan yang ditawarkan."Di bidang teknologi, adanya peningkatan transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang,
"MEA akan mendorong arus Investasi masuk ke dalam negeri yang menciptakan multiplier effect," ujar Direktorat fasilitas Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Junaedi, saat pemaparannya, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Junaedi mengatakan, peluang lain, yakni pasar tunggal memudahkan pembentukan joint venture dengan perusahaan di kawasan ASEAN. Sehingga lebih memudahkan akses bahan baku yang belum dapat dipasok dari dalam negeri.
"Pasar tunggal menciptakan pasar yang mencakup wilayah seluas 4,47 juta km persegi dengan potensi pasar lebih kurang sebesar 601 juta jiwa," tutur Junaedi.
Selain itu, lanjut Junaedi, MEA memberi peluang meningkatkan kecepatan perpindahan manusia dan modal. Apalagi dapat meningkatkan bargaining power yang dimiliki oleh masyarakat dalam menentukan pilihannya di tengah banyaknya produk dan kemudaan yang ditawarkan."Di bidang teknologi, adanya peningkatan transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang,
DAFTAR PUSTAKA
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015
http://www.kompasiana.com/arioneuodia/peluang-dan-tantangan-dalam-persaingan-mea-2015_552c4ab36ea834d04c8b4580
http://www.beritasatu.com/asia/300123-kurang-sosialisasi-indonesia-belum-siap-hadapi-mea.htmlhttp://yosiharaelmasnun.blogspot.co.id/2015/04/masyarakat-ekonomi-asean-mea.html
https://veronicadeboraa.wordpress.com/
https://marchilinoangga.wordpress.com/2014/11/14/peluang-dan-tantangan-ekonomi-islam-dalam-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean-mea-tahun-2015/
http://createdby-me.blogspot.co.id/2014/09/mea-masyarakat-ekonomi-asean-2015-dan.html
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015
http://www.kompasiana.com/arioneuodia/peluang-dan-tantangan-dalam-persaingan-mea-2015_552c4ab36ea834d04c8b4580
http://www.beritasatu.com/asia/300123-kurang-sosialisasi-indonesia-belum-siap-hadapi-mea.htmlhttp://yosiharaelmasnun.blogspot.co.id/2015/04/masyarakat-ekonomi-asean-mea.html
https://veronicadeboraa.wordpress.com/
https://marchilinoangga.wordpress.com/2014/11/14/peluang-dan-tantangan-ekonomi-islam-dalam-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean-mea-tahun-2015/
http://createdby-me.blogspot.co.id/2014/09/mea-masyarakat-ekonomi-asean-2015-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar